Analisis Data
Data yang dicatat dari tahun 2021 hingga 2023 menunjukkan bahwa Kabupaten Bolaang Mongondow gagal mencatatkan nilai pinjaman untuk flat atau apartemen pada bank umum. Dengan jumlah yang tetap nol selama tiga tahun berturut-turut, hal ini mengindikasikan minimnya aktivitas ekonomi dan berkurangnya investasi di sektor perumahan.
Ketidakaktifan dalam pencatatan pinjaman ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kurangnya permintaan terhadap perumahan vertikal seperti flat dan apartemen, atau mungkin juga disebabkan oleh keterbatasan sertifikasi dan perijinan pembangunan yang menghambat para pengembang. Jika tren ini terus berlanjut, Kabupaten Bolaang Mongondow bisa menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan perumahan masyarakatnya di masa depan.

