Analisis Data
Analisis data menunjukkan bahwa persentase rumah tangga yang memiliki telepon rumah atau PSTN di Kabupaten Bolaang Mongondow tetap nihil dalam dua tahun berturut-turut, yaitu 2021 dan 2022. Hal ini bisa menggambarkan kurangnya akses terhadap infrastruktur telekomunikasi yang lebih tradisional di daerah tersebut.
Ketidakadaan telepon rumah juga mencerminkan pergeseran preferensi masyarakat terhadap teknologi komunikasi yang lebih modern, seperti telepon seluler dan internet. Dengan semakin berkembangnya teknologi, mungkin juga terjadi pengurangan ketergantungan pada telepon rumah, sehingga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah daerah untuk meningkatkan aksesibilitas komunikasi di semua lapisan masyarakat.

