Bagaimana dinamika data angkatan kerja di Sulawesi Utara pada periode 2022-2024?

6 Min Read
Ilustrasi ini digenerate dengan tool AI. (Prompter: Ronny A. Buol)

Pada Agustus 2024, Sulawesi Utara mencatat 2,099 juta penduduk usia kerja, di mana 1,387 juta di antaranya adalah angkatan kerja, menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun 2022 dan 2023. Jumlah penduduk yang bekerja naik 4,39% menjadi 1,305 juta orang dari Agustus 2023 ke Agustus 2024.

Di saat yang sama, pengangguran mengalami penurunan tipis 0,03% menjadi 81,18 ribu orang, menurunkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) menjadi 5,85% pada Agustus 2024.

Sebaliknya, meskipun total bukan angkatan kerja menurun, kelompok yang sedang menempuh pendidikan justru meningkat 0,75%, sementara mereka yang mengurus rumah tangga dan kegiatan lainnya menurun masing-masing 3,67% dan 14,20%.


ZONAUTARA.com – Dinamika pasar tenaga kerja merupakan salah satu cerminan paling akurat dari kesehatan ekonomi suatu wilayah. Di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), data terbaru menunjukkan pergerakan yang menjanjikan dalam struktur ketenagakerjaan, dengan peningkatan jumlah angkatan kerja dan penurunan tingkat pengangguran. Perubahan ini tidak hanya mencerminkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga adaptasi masyarakat terhadap peluang dan tantangan yang ada.

Analisis terhadap data ketenagakerjaan periode Agustus 2022 hingga Agustus 2024 ini akan mengungkap bagaimana populasi usia produktif di Sulut berpartisipasi dalam aktivitas ekonomi. Analisis ini akan menyoroti tren utama dalam jumlah penduduk usia kerja, angkatan kerja, dan bukan angkatan kerja, serta implikasi dari perubahan-perubahan tersebut terhadap lanskap sosial-ekonomi provinsi ini. Dengan memahami pergeseran ini, kita dapat menarik kesimpulan penting mengenai efektivitas kebijakan ketenagakerjaan dan arah pembangunan masa depan.

Data sumber dari analisis ini diambil dari Buku Profil Ketenagakerjaan Provinsi Sulawesi Utara 2024 (Publikasi BPS Sulut Volume 8.2025) yang diundah melalui situs BPS Provinsi Sulawesi Utara pada 6 Juli 2025.

Istilah yang digunakan

Untuk memastikan pemahaman yang komprehensif, berikut adalah definisi istilah kunci yang digunakan berdasarkan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) dan sumber statistik lainnya:

  • Penduduk Usia Kerja: Penduduk berusia 15 tahun ke atas.
  • Angkatan Kerja: Penduduk usia kerja yang terdiri atas mereka yang sedang bekerja, memiliki pekerjaan namun untuk sementara tidak bekerja, serta mereka yang termasuk dalam kategori pengangguran.
  • Bekerja: Kegiatan ekonomi yang mencakup produksi barang dan/atau jasa untuk memperoleh, atau membantu memperoleh, pendapatan atau keuntungan. Seseorang dikategorikan bekerja apabila terlibat dalam kegiatan tersebut paling sedikit satu jam selama seminggu terakhir, baik secara terus menerus maupun akumulatif. Definisi ini juga mencakup pekerja tak dibayar yang berkontribusi dalam usaha atau kegiatan ekonomi.
  • Pengangguran Terbuka: Terdiri dari mereka yang mencari pekerjaan, mempersiapkan usaha, tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (putus asa), atau sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja.
  • Bukan Angkatan Kerja: Penduduk usia kerja yang seluruh atau sebagian besar waktunya digunakan untuk bersekolah, mengurus rumah tangga, atau melakukan kegiatan lainnya, dan tidak sedang bekerja maupun mencari pekerjaan.
  • Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK): Indikator yang digunakan untuk mengukur proporsi penduduk usia kerja yang aktif secara ekonomi. Indikator ini diperoleh dengan membandingkan jumlah angkatan kerja terhadap jumlah total penduduk usia kerja, kemudian dikalikan dengan 100.
  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT): Indikator yang digunakan untuk melihat gambaran pengangguran di suatu wilayah. Angka ini dihasilkan dari perbandingan antara jumlah penganggur dengan jumlah angkatan kerja dikalikan 100.

Data utama angkatan kerja Sulut

Berikut adalah tabel yang menyajikan data utama mengenai penduduk usia kerja dan angkatan kerja di Sulawesi Utara dari Agustus 2022 hingga Agustus 2024:

Tabel Penduduk Usia Kerja dan Angkatan Kerja di Sulawesi Utara, Agustus 2022-Agustus 2024

Keadaan KetenagakerjaanAgustus 2022 (orang)Agustus 2023 (orang)Agustus 2024 (orang)
Penduduk Berumur 15 Tahun ke Atas1.968.9712.078.4732.099.157
Angkatan Kerja1.242.0881.332.1491.387.014
Bekerja1.159.9651.250.9481.305.834
Pengangguran82.12381.20181.180
Bukan Angkatan Kerja726.883746.324712.143
Sekolah134.666148.946150.064
Mengurus Rumah Tangga465.078470.250452.999
Lainnya127.139127.128109.080
TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja)63,08%64,09%66,07%
TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka)6,61%6,10%5,85%

Analisis angkatan kerja Sulut

Data dari tabel di atas menunjukkan tren positif dalam struktur ketenagakerjaan di Provinsi Sulawesi Utara selama tiga tahun terakhir. Jumlah penduduk usia kerja (15 tahun ke atas) secara konsisten meningkat, dari 1.968.971 orang pada Agustus 2022 menjadi 2.099.157 orang pada Agustus 2024. Kenaikan ini sejalan dengan bertambahnya jumlah penduduk secara keseluruhan, menunjukkan potensi bonus demografi yang tengah dialami Sulut, di mana jumlah penduduk usia produktif meningkat.

Peningkatan jumlah angkatan kerja dari 1.242.088 orang pada Agustus 2022 menjadi 1.387.014 orang pada Agustus 2024 mengindikasikan bahwa semakin banyak penduduk usia produktif yang terlibat aktif dalam pasar tenaga kerja, baik sebagai pekerja maupun pencari kerja. Peningkatan angkatan kerja sebesar 4,12 persen dari Agustus 2023 ke Agustus 2024 menunjukkan dinamisme yang kuat dalam partisipasi ekonomi. Seiring dengan itu, jumlah penduduk yang bekerja juga mengalami peningkatan signifikan, yaitu 4,39 persen dari Agustus 2023 ke Agustus 2024, mencapai 1.305.834 orang. Hal ini menguatkan gambaran bahwa peluang kerja di Sulawesi Utara semakin terbuka dan mampu menyerap tenaga kerja.

Salah satu indikator keberhasilan pasar tenaga kerja adalah menurunnya tingkat pengangguran. Dari data, terlihat bahwa jumlah pengangguran di Sulawesi Utara mengalami penurunan tipis sebesar 0,03 persen dari Agustus 2023 ke Agustus 2024, dengan total 81.180 orang penganggur pada Agustus 2024.

Penurunan ini juga tercermin pada Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang terus menurun, dari 6,61 persen pada Agustus 2022 menjadi 5,85 persen pada Agustus 2024. Penurunan TPT yang konsisten ini menunjukkan peningkatan penyerapan tenaga kerja di pasar. Ini dapat dikaitkan dengan berbagai fenomena positif seperti panen raya cengkeh, penyelenggaraan festival lokal yang mendukung UMKM, dan peningkatan sektor pariwisata yang didorong oleh pembukaan rute penerbangan baru. Sektor perdagangan juga menjadi kontributor besar dalam penyerapan tenaga kerja.

Di sisi lain, kelompok bukan angkatan kerja menunjukkan tren penurunan secara keseluruhan dari Agustus 2023 ke Agustus 2024 sebesar 4,58 persen. Namun, menariknya, kelompok yang sedang menempuh pendidikan justru meningkat sebesar 0,75 persen. Ini bisa mengindikasikan kesadaran akan pentingnya pendidikan atau ketersediaan akses pendidikan yang lebih baik. Sebaliknya, kelompok yang mengurus rumah tangga dan melakukan kegiatan lainnya mengalami penurunan yang signifikan, masing-masing sebesar 3,67 persen dan 14,20 persen. Penurunan pada kelompok mengurus rumah tangga dapat mencerminkan peningkatan partisipasi perempuan dalam angkatan kerja, meskipun TPAK perempuan masih lebih rendah dari laki-laki. Hal ini mungkin juga mengindikasikan pergeseran prioritas atau kebutuhan ekonomi yang mendorong lebih banyak individu untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Provinsi Sulawesi Utara secara keseluruhan juga menunjukkan peningkatan yang solid, dari 63,08 persen pada Agustus 2022 menjadi 66,07 persen pada Agustus 2024. Angka ini berarti sekitar 66 hingga 67 dari setiap 100 penduduk usia kerja di Sulawesi Utara aktif secara ekonomi. Peningkatan TPAK yang signifikan (1,98 persen poin dari 2023 ke 2024) adalah indikator positif bahwa semakin banyak penduduk usia produktif yang berkontribusi pada aktivitas ekonomi, baik dengan bekerja maupun mencari pekerjaan.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Dinamika angkatan kerja di Provinsi Sulawesi Utara dari tahun 2022 hingga 2024 menunjukkan gambaran yang positif, dicirikan oleh peningkatan jumlah angkatan kerja dan penduduk bekerja, serta penurunan tingkat pengangguran. Ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja di provinsi ini semakin sehat dan mampu menyerap sumber daya manusia. Penurunan kelompok bukan angkatan kerja, kecuali bagi mereka yang menempuh pendidikan, juga menunjukkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam aktivitas ekonomi.

Namun, pemerintah dan pemangku kepentingan perlu terus memantau dan mendukung tren ini. Rekomendasi meliputi:

  1. Peningkatan Kualitas SDM: Meskipun ada peningkatan partisipasi, penting untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja yang berkembang, terutama dengan adanya peningkatan jumlah penduduk yang sedang menempuh pendidikan.
  2. Penciptaan Lapangan Kerja yang Berkelanjutan: Mempertahankan dan meningkatkan ketersediaan lapangan kerja, khususnya di sektor-sektor produktif yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.
  3. Dukungan Sektor Informal dan UMKM: Mengingat peran penting sektor informal dalam perekonomian Sulawesi Utara, diperlukan kebijakan yang mendukung pekerja informal agar memiliki akses lebih baik terhadap jaminan sosial dan kondisi kerja yang lebih stabil.
  4. Mengatasi Kesenjangan Gender: Meskipun ada peningkatan TPAK perempuan, kesenjangan dengan TPAK laki-laki masih ada. Program-program yang mendorong partisipasi perempuan di pasar kerja formal dan mengatasi diskriminasi gender perlu terus ditingkatkan.
  5. Pemantauan dan Analisis Berkelanjutan: Melakukan pemantauan dan analisis data ketenagakerjaan secara berkala untuk mengidentifikasi tren baru, tantangan, dan peluang, sehingga kebijakan dapat disesuaikan secara proaktif.

Dengan pendekatan yang komprehensif, Provinsi Sulawesi Utara dapat terus memanfaatkan bonus demografi dan mencapai pembangunan ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *